Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Sunday, September 28, 2014

7 Langkah Strategi Menjadi Guru yang Baik dan disukai Murid


Mengalami kendala berkelanjutan dalam mengajar? Merasa di cuekin murid-murid? Saatnya guru Indonesia menjadi guru sekaligus sahabat murid dalam belajar! Kalau murid anda banyak, jangan terlalu memaksa mereka mengikuti cara belajar anda, namun sebaliknya, anda yang mengikuti cara belajar merekadengan beberapa konsekuensi tentunya. Berikut adalah karakter-karakter guru yang disukai oleh murid.

1.) Friendly , yaitu guru yang mudah bergaul dengan murid tanpa membedakan apakah itu si murid kaya atau miskin, pandai atau tidak, cantik atau tidak, dan lain-lain. Guru seperti ini biasanya ramah dan tidak enggan memulai pembicaraan. Dalam hal mengajar, ia juga akan memberikan selingan positif (tidak harus berupa humor).

2.) Tanggap , tidak jarang kita menemui guru yang ketika kita bertanya padanya,justru jawaban yang diberikan adalah sesuatu yang tidak kita harapkan. Gampangnya, saat kita bertanya A dan mengharap jawaban A, sang guru malah menjawab B. Guru seperti ini bisa saja hanya mengalihkan sebuah pertanyaan yang ditujukan padanya karena beberapa hal. Mungkin dia tidak tahu jawabannya, atau karena jawabannya rahasia (tidak boleh sembarang orang tahu), atau menunda pemberian jawaban hingga tanggal main yang diatentukan sendiri.

3.) Dermawan , maksud dari dermawan disini bukanlah tangannya gampang bagi-bagi uang, tapi guru yang disukai murid adalah guru yang mampu memberikan kemudahan-kemudahan atau bantuan dalam menjawab sebuah soal atau permasalahan. Bukankah menyenangkan jika ada guru yang mau berkeliling kelas untuk memberikan kesempatan muridnya bertanya lebih detail, mengingat adapula murid yang malu jika harus bertanya dengan mengacungkan jari dan bersuara keras?

4.) Responsif , wow! Ini dia sifat yang agak sulit ditemui pada para guru. Responsif yang dimaksud bukan hanya dapat merespon muridnya sesaat, namun dia juga dapat memahami dan mempelajari karakteristik si murid. Sehingga sang guru tahu betul seperti apa murid-murid yang di ajarnya. Biasanya, karakter seperti ini lebih kerap dijumpai pada guru wali kelas pada muridnya saja, sedang untuk murid kelas lain di nomorduakan. Menurutsaya ini sah-sah saja karena murid kelas lain juga jarang diajarnya bahkan mungkin jarang bertemu dengannya.

5.) Dinamis , guru yang baik adalah guru yang mampu memimpin dengan berbagaicara, baik memaksa (diktator), diskusi, voting, dan sebagainya dalam mebuat keputusan sesuai kondisi masalahnya. Kalau guru hanya monoton alias statis pada cara memimpinnya, alhasil si murid akan merasa bahwa guruini hanya begitu-begitu saja, membosankan. Adakalanya saat mengajar anda selipkan cerita-cerita yang sekiranya menghibur murid-murid anda. Dengan mengubah pola mengajar anda sejenak, anda hendaknya bisa membawa murid-murid hanyut pada suasana belajar, tidak asyik sendiri-sendiri.

6.) Fokus, beranjak dari karakter dinamis, karakter fokus pada guru hendaknya juga tetap ada. Mengapa? Seperti apapun seorang guru terombang-ambing dalam memecahkan masalah dengan berbagai cara, jangan sampai melenceng dari arah dan tujuan anda menjadi seorang guru. Jangan sekali-kali membawa masalah rumah tangga hingga ke sekolah. Jika ada pertengkaran hebat dalam rumah tangga atau lainnya, jangan sampai terbawa saat mengajar anak didik. Jika itu terjadi maka akan mempengaruhi mood dan minat belajar murid.

7.) Memberi kepercayaan , tergantung pada sang guru, apakah ia orang yang individual atau mau bekerja sama walau dengan muridnya. Jika guru memberikepercayaan pada murid, maka murid akan merasa mereka dapat diandalkan oleh gurunya. Ini pertanda guru dan murid saling berinteraksi lebih jauh. Namun perlu diingat, tidak semua murid mau dengan senang hati diberi kepercayaan oleh gurunya, jika menemui murid semacam itu, dekatilah dan cari tahu mengapa ia enggan diberi kepercayaan oleh anda. Saya rasa denganpendekatan yang baik akan memulai hubungan yang baik pula, sehingga si murid lebih dekat pada anda dan kalian bisa bekerja sama lebih nyaman. Dansatu lagi, jangan pernah memberi kepercayaan pada murid hanya karena anda ingin lepas dari tanggung jawab anda.
Karakter-karakter diatas patut dicoba dan ditanamkan pada diri seorang guru.Semoga berhasil dan murid-murid anda semakin dekat pada anda.

Saturday, September 27, 2014

Belajar Membaca Iqro : Beliau bernama K.H. As’ad Humam

Ada yang masih ingat Buku iqro sewaktu kita kecil, ada cover pengarangnya, siapakah dia? Semoga pahala terus mengalir untuk beliau, karena kita sekarang sudah lancar mengaji. Tahukah siapa beliau? Beliau adalah K.H. As’ad Humam.

Memang tak banyak orang yang mengenal K.H. As’ad Humam. K.H. As’ad Humam lahir pada tahun 1933. Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun.

Penyakit inilah yang dikemudian hari membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam keseharian, sholatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya.

Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

Nama asli dari KH As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan nama Humam yang diletakkan dibelakang adalah nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orang tua mereka, terbukti tak ada satu pun dari mereka yang menjadi Pegawai Negeri Sipil. KH Asad Humam sendiri berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Berawal dari silaturahim ini kemudian KH As’ad Humam mengenal metode Qiroati.

Dari Qiroati ini pula kemudian muncul gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al Quran. Mulailah KH As’ad Humam bereksperimen, dan hasilnya kemudian ia catat, dan ia usulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

Namun gagasan-gagasan tersebut seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati adalah inayah dari Allah sehingga tidak perlu ada perubahan. Hal inilah yang pada akhirnya menjadikan kedua tokoh ”berkonflik”. Sehingga pada akhirnya muncullah gagasan KH As’ad Humam dan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk menyusun sendiri dengan pengembangan penggunaan cara cepat belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro.

K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.